ASI EKSKLUSIF DI INDONESIA : ANALISIS MENGGUNAKAN RUN CHART DAN CONTROL CHART

  • Rike Galina Akbid Dharma Praja

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) telah diakui sebagai bentuk ideal makanan bayi. ASI memberi manfaat bagi bayi, ibu, keluarga, dan negara. Walaupun ASI telah diketahui memberikan manfaat bagi banyak pihak, tren prevalensi ASI eksklusif di Indonesia tidak mengalami perubahan signifikan, bahkan cenderung menurun. Menyusui eksklusif menurut World Health Organization adalah memberikan bayi ASI saja dan obat-obatan bila perlu (misalnya untuk solusi rehidrasi oral, vitamin, dan mineral) tapi bukan susu formula. Berdasarkan analisis menggunakan run chart, variasi yang terjadi dalam data ASI eksklusif masing-masing provinsi di Indonesia merupakan variasi random dengan penyebab yang umum, akan tetapi berdasarkan analisis dengan menggunakan control chart yakni XmR, dapat diidentifikasi adanya penyebab khusus. Provinsi dengan nilai median ASI eksklusif tertinggi tahun 2012 adalah Nusa Tenggara Barat (NTB) yakni 4,2 bulan dengan penyebab khusus. Provinsi NTB sudah memiliki Program Inisiasi Menyusui Dini dan ASI Eksklusif sejak tahun 2010 dan telah memiliki Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2011 tentang Perlindungan dan Peningkatan Kesehatan Ibu dan Anak yang mencakup Inisiasi Menyusu Dini dan ASI Eksklusif sebelum Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2012 tentang pemberian Air Susu Ibu eksklusif diresmikan. Pada tahun anggaran 2011 pemerintah pusat juga telah menganggarkan sejumlah dana mencakup Program Bina Gizi Ibu dan Anak yang di dalamnya terdapat Program Inisiasi Menyusu Dini dan ASI Eksklusif. Proses untuk menguatkan program tersebut dilakukan dengan melakukan sejumlah diskusi, seminar, dan sosialisasi. Provinsi NTB memiliki program dan kebijakan yang berhasil dalam meningkatkan cakupan ASI Eksklusif dari tahun 2010 hingga 2012 sehingga dapat dijadikan contoh oleh propinsi-propinsi lain di Indonesia.

Published
2017-06-28